Saat Hewan di Jerman Terkena Imbas Pandemi Corona

Internasional News

Berlin – Tak hanya manusia yang terimbas pandemi virus Corona (COVID-19) yang menyerang dunia. Hewan pun juga terkena dampak virus yang sudah menginfeksi lebih dari 2 juta orang itu.

Contohnya di Jerman. Akibat wabah virus Corona, kebun binatang di sana kesulitan merawat binatang-binatangnya karena kekurangan dana. Hal itu lantaran sejak wabah virus Corona menyerang Jerman, seluruh kebun binatang di sana ditutup sebagai bagian pencegahan pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus corona.

Salah satunya, Kebun Binatang Neumnster di Schleswig-Holstein, Jerman yang terpaksa tutup pada 15 Maret lalu. Kebun Binatang Neumnster adalah kebun binatang kecil berisi lebih dari 700 binatang, termasuk rubah arktik, serigala maned dan anjing laut, serta Vitus.

Jika kebun binatang tidak diizinkan untuk dibuka kembali pada akhir April, Kaspari memperkirakan akan kehilangan € 175.000 (setara dengan 2,9 miliar rupiah) dari penjualan tiket dan juga donasi.

“Kami tidak ada pendapatan sama sekali dan biaya yang kami keluarkan selalu sama,” kata Direktur Kebun Binatang Neumnster, Verena Kaspari, membenarkan laporan awal di media Jerman, seperti dilansir dari DW, Kamis (16/4/2020).

Karena itu, kebun binatang itu pun menyiapkan rencana darurat. Kebun Binatang Neumnster terpaksa menyusun daftar hewan yang akan disembelih sebagai bagian dari rencana darurat.

Menyembelih hewan di sana menjadi langkah terakhir yang disiapkan. Langkah itu merupakan skenario terburuk jika pengiriman ikan dan daging tidak memungkinkan lagi dilakukan karena adanya kekurangan dana.

“Betul, kami memang memiliki daftar hewan yang harus disembelih terlebih dahulu,” kata Kaspari.

Namun, hewan yang masuk dalam daftar bukanlah hewan yang terancam punah. Kambing dan rusa adalah dua di antara hewan yang masuk dalam daftar sembelih tersebut.

Nantinya, hewan-hewan yang masuk dalam daftar akan diberikan sebagai makanan untuk lynx, elang dan beruang kutub terbesar di Jerman bernama Vitus, yang tingginya 3,6 meter di kebun binatang tersebut.

“Tetapi binatang yang terancam punah tidak termasuk. Ini adalah skenario terburuk, kita memang masih belum akan melakukannya, tetapi rencana darurat ini harus dipikirkan sejak awal,” jelas Kaspari.

Tak hanya Kebun Binatang Neumnster, kebun binatang lainnya juga mengalami kesulitan yang sama. Akhir pekan Paskah yang biasanya mampu membuat kebun binatang di Jerman menutup pengeluaran yang mereka habiskan selama musim dingin, namun tidak pada tahun ini.

Kebun binatang sejatinya menjadi hiburan favorit orang-orang di Jerman. Sebanyak 75% orang Jerman suka mengunjungi kebun binatang, setidaknya begitu menurut penelitian yang dilakukan oleh lembaga penelitian Forsa.

Padahal, ketika kebun binatang ditutup untuk umum, karyawan masih harus merawat seluruh binatang. Mereka masih harus dibayar dan hewan-hewan masih perlu diberi makan.

Misalnya, Kebun Binatang Duisburg di Rhine-Westphalia Utara (NRW). Kebun Binatang Duisburg juga kesulitan merawat binatang-binatangnya karena kurangnya dana.

Meski tak seperti Kebun Binatang Neumnster yang menyiapkan daftar hewan yang akan disembelih, Kebun Binatang Duisburg yang berisi lebih dari 6.800 hewan juga telah menyiapkan rencana darurat.

Mereka menyusun daftar karyawan yang benar-benar diperlukan untuk merawat hewan. Sementara sisanya disuruh pulang.

“Kebun Binatang Duisburg tidak memiliki daftar hewan yang akan disembelih karena pandemi virus corona,” kata juru bicara itu.

Selain Kebun Binatang Duisburg, Kebun Binatang lain yaitu Krefeld, juga memiliki nasib yang sama. Kebun Binatang Krefeld sebelumnya pernah terguncang akibat kebakaran di Tahun Baru yang menghancurkan Rumah Kera Besar-nya dan menewaskan lebih dari 30 hewan di dalamnya.

Kini, mereka telah bergantung pada subsidi kota sebagai pemegang saham mayoritas, demikian kata pengelola kebun binatang dalam sebuah pernyataan. Bagi kebun binatang ini, membuat daftar sembelih adalah hal yang mustahil.

Perihal, ‘guncangan’ di kebun binatang ini pun mendapat perhatian dari berbagai pihak. Organisasi payung untuk kebun binatang Jerman, VdZ, misalnya. Mereka sebelumnya menuntut bantuan dari pemerintah sebesar 100 juta euro (setara dengan 1,7 triliun rupiah).

“Tidak seperti fasilitas lain, kita tidak bisa begitu saja menutup layanan kita, hewan-hewan kita harus terus diberi makan dan dirawat,” kata ketua VdZ, Jrg Junhold pada akhir Maret lalu.

Negara bagian Schleswig-Holstein bahkan telah menjanjikan 5 juta euro (setara dengan 85,5 miliar rupiah) untuk membantu kebun binatang. “Tetapi masih belum ada cara untuk membuat permintaan resmi,” kata direktur Kebun Binatang Neumnster.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *